Analisis Afiksasi Sub Dialek Melayu Tembeling Kampung Guntung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan perubahan yang terjadi akibat afiksasi Dialek Melayu Tembeling Kampung Guntung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, teknik catat, dan wawancara tidak terstruktur. Objek Penelitian ini adalah Dialek Melayu yang digunakan masyarakat Tembeling Kampung Guntung. Sedangkan subjek penelitian ini yaitu masyarakat Tembeling Kampung Guntung yang berusia 30-an sampai 70-an. Hasil penelitian menunjukkan delapan afiks yang terdiri dari enam prefiks, satu infiks, dan satu konfiks. Adapun enam prefiks tersebut yaitu /te-/, /me-/, /pe-/, /be-/, dan /se-/. Satu infiks yaitu /– em-/. Satu sufiks yaitu /-an/. Satu konfiks yaitu /di-kan/. Selanjutnya dalam afiksasi Dialek Melayu Tembeling Kampung Guntung terjadi perubahan bentuk afiks yang dipengaruhi oleh fonem awal kata dasar yang dilekatinya.

Analisis Afiksasi Bahasa Melayu Sub Dialek Mantang Besar Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk-Bentuk Kata Bahasa Melayu Sub Dialek Mantang Besar Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan dan Perubahan yang Terjadi Akibat Bahasa Melayu Sub Dialek Mantang Besar Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan.Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 159 orang yaitumasyarakat Kelurahan Mantang Besar RT VI RW I Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan. Ukuran sampel diambil 25% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 40 orang yang diambil dengan teknik acak proporsional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan teknik catat.Dari hasil pengumpulan data, peneliti memperoleh delapan afiks yang terdiri dari lima prefiks, satu infiks dan dua sufiks. Adapun delapan prefiks tersebut yaitu /bə-/, /tə-/, /pə-/, /mə-/ dan /ŋ-/, satu infiks yaitu /-mə-/, dan dua sufiks yaitu /-an/, dan /-kan/.

Analisis Reduplikasi Bahasa Melayu Dialek Resun Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga

Penelitian tentang reduplikasi kata dalam bahasa Melayu Resun didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain perlunya mengetahui bentuk-bentuk dan makna-makna
reduplikasi bahasa Melayu Resun Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interviu, catat. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan diketahui bahwa Analisis Reduplikasi Bahasa Melayu Dialek Resun Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga terdapat 100 kata ulang atau reduplikasi berdasarkan bentuk dan maknanya