KINERJA ANGGOTA KOMISI II BIDANG PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Provinsi Kepulauan Riau secara efisien dan efektif, perlu ditunjang oleh ketersediaan alat kelengkapan Dewan, salah satunya yaitu pembentukkan komisi-komisi kerja. Permasalahan berkenaan kinerja Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, seperti kemampuan memahami materi substansi peraturan perundangan yang disusun berlandaskan analisis aspek filosofis, yuridis dan sosiologis, pengetahuan dan kekerampilan di bidang legal-drafting, penguasaan prinsip dasar akuntansi, anggaran kinerja, teknik penyusunan dan manfaat anggaran.
Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu Bagaimana kinerja Anggota Komisi II Bidang perekonomian dan keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau. Serta faktor- faktor apa yang penghambat peningkatan kinerja anggota Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Provinsi Kepulauan.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang merupakan proses pengorganisasian dan pengurutan data kedalam pola dan kategori serta satuan uraian dasar, sehingga dapat dikemukakan tema seperti yang disarankan oleh data. Hasil penelitian adalah cukup baik kinerja Anggota Komisi II Bidang perekonomian dan keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau.
Populasi adalah semua anggota Komisi II Bidang perekonomian dan keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 12 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh atau sensus dimana seluruh jumlah populasi dijadikan responden penelitian. Adapun Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau dijadikan informan kunci.
Hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa kinerja Anggota Komisi II Bidang perekonomian dan keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, baik dalam fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan menunjukkan kondisi cukup baik.
Faktor penghambat kinerja anggota Dewan Komisi II, seperti kualitas sumber daya manusia anggota Komisi II Bidang perekonomian dan Keuangan DPRD Provinsi Kepulaaun Riau yang kurang, disiplin anggota dewan yang masih rendah, tidak adanya penerapan punishmant kepada anggota Dewan yang tidak menjalankan tugasnya dan jumlah anggota Dewan Komisi II yang tidak sebanding dengan bidang tugasnya.